BERANI TERBANG!

Berkonsultasilah dengan pakarnya.

Oleh: Lucky F. C. Lombu

Untuk memulihkan diri dari rasa takut atau rasa cemas akan penerbangan, Anda harus menemukan pangkal masalah Anda. Ada dua penyebab secara garis besar: konflik dan trauma. “Misalnya Anda biasa ditakut-takuti sejak kecil, atau pernah mengalami konflik dengan orang tua, sehingga mengakar. Bisa juga karena pernah melihat atau mengalami kecelakaan pesawat sehingga menyebabkan trauma,” kata Widura Imam Mustopo, Kepala Sub Dinas Psikologi Personil di Dinas Psikologi Angkatan Udara Republik Indonesia. Ketakutan itu juga bisa merupakan manifestasi lanjutan dari beberapa gejala fobia lainnya, seperti claustrophobia (takut terhadap ruangan tertutup) dan acrophobia (takut pada ketinggian).

Solusi terbaik adalah berlatih bersama orang yang memang terampil dengan masalah ini. Ada latihan khusus yang bisa diterapkan untuk memulihkan diri. Ya. Bukan perkara mudah menenangkan diri sementara kepala Anda berkecamuk. Kecuali kalau Anda sudah cukup terlatih atau menemukan pengalaman Anda sendiri.

Jika di darat, Anda mungkin bisa dengan mudah menemukan psikolog, psikiater atau  dokter di klinik tertentu. Tapi bagaimana jika situasinya Anda sudah ada di udara? Jangan ragu minta bantuan kepada pramugari. “Kalau mengikuti prosedur, pramugari seharusnya terlatih menangani pemumpang yang panik. Dan biasanya kalau saya melihat para pramugari berlatih, mereka cukup ahli. Tapi mereka harus melatih kemampuan itu dengan rutin,” kata sang kolonel kesehatan.

Jika ketakutan Anda terasa berat, lakukan itu sebelum pesawat berangkat. “Prosedurnya Anda harus turun,” kata kata pakar psikologi penerbangan ini. Rasa takut Anda bisa menular dan sangat menggangu penumpang lainnya. Selain tentu saja karena alasan keselamatan diri Anda sendiri. Akan sangat berbahanya jika gangguan psikologis tersebut berubah menjadi gangguan fisik seperti masalah pernafasan, sementara Anda sudah tidak mungkin berlari ke rumah sakit terdekat. “Yang paling berbahaya adalah mereka yang merasa tidak takut, tapi ketika sudah di atas berbagai macam fobia menyerang. Biasanya mereka akan dipindahkan untuk mendapat penanganan khusus.”

Jika Anda yakin Anda masih bisa berkompromi, Anda mungkin masih bisa melakukan solusi sementara. Misalnya dengan meminum obat anti mabuk untuk membantu relaks, tidak memilih duduk di samping jendela karena takut ketinggian, atau mengalihkan perhatian kepada hal lain. “Jika Anda ingin mendengarkan musik, pilih yang nadanya statis,” saran Widura.

Ada lagi. “Cara ini memang masih diperdebatkan, tapi Anda bisa mencoba, yaitu dengan ambil nafas dalam-dalam.” Ketakutan ada di dalam pikiran. Dengan melakukan itu Anda akan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sehingga pikiran lebih relaks. “Kalau sudah relaks, Anda bisa lebih mudah mengendalikannya diri Anda.”

Di luar itu, jika Anda punya cukup banyak waktu untuk berkunjung ke bandara dan menyaksikan bagaimana pesawat terbang dan mendarat, silakan. Cara ini mungkin bisa membantu Anda membiasakan diri dengan penerbangan, sehingga penerbangan Anda bisa lebih menyenangkan.

(Telah dimuat di Rubrik Stres Majalah Men’s Health Indonesia edisi Juni 2012)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s