ANDA, DIA DAN UANG

Keuangan adalah isu yang umumnya jarang tersentuh dalam hubungan berpacaran. Tapi jika Anda, dan si Dia, memang ingin menjalin satu hubungan yang serius, seharusnya Anda belajar terbuka sejak dini, mengenai seberapa besar pendapatan masing-masing, bahkan termasuk seberapa besar utang yang ditanggung. Ya, karena pada akhirnya Anda akan menikah dengan semua sisi kehidupan yang melekat kepada si Dia, demikian juga sebaliknya. “Bukan maksudnya mengorek-korek,” tegas Roslina Verauli, Psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Tapi Anda perlu mengetahui risiko yang mungkin bakal Anda tanggung turun-temurun. “Mungkin dia terlihat kaya, tapi ternyata utangnya besar. Atau kartu kreditnya banyak, sehingga utangnya juga besar.”

Selain itu, pahami gaya hidup si Dia. Karena hal itu akan menentukan seberapa pendapatan dan pengeluarannya. “Saya menyebutnya adaptasi hedon. Semakin banyak uang, semakin banyak juga kebutuhan,” kata Vera. Atau, bisa jadi malah sebaliknya, ternyata si Dia adalah tipikal wanita yang rajin menabung. Itu jelas baik untuk masa depan Anda berdua.

Ketahui juga, apakah si Dia memiliki tanggungan hidup. Misalnya, dia bertanggungjawab untuk membiayai sekolah adiknya, atau harus secara rutin memberi sekian rupiah untuk orangtuanya. Jadi perhatikan, pendapatannya digunakan untuk apa. Hati-hati dengan situasi keuangan ini. Jika si Dia adalah wanita yang membiayai keluarga, bersiaplah kalau keluarga si Dia akan merongrong di kemudian hari. Atau jika sebaliknya, jika dia dibiayai oleh keluarganya, bukan tidak mungkin intervensi keluarga akan sangat kuat dalam pernikahan dan hubungan Anda berdua.

Pascamenikah, menurut Prita, pasangan seharusnya sudah membuat kesepakatan bagaimana pembagian peran keuangan dalam rumah tangga, sejak sebelum menikah. “Berkomunikasilah,” itu kuncinya. Prita memberi beberapa pilihan pengaturan: “Pertama, suami bertanggung jawab penuh atas semua pengeluaran rumah tangga; Kedua, penghasilan suami dan istri digabung untuk membiayai rumah tangga; Ketiga, suami mengurus pengeluaran sendiri serta anak dan istri mengurus pengeluaran sendiri, “ sebutnya.

Kendati semua urusan keuangan ini terasa kaku bagi sebagian Anda, tapi percayalah, cara ini bisa membantu Anda saat melangkah ke tahap selanjutnya. Selamat mengambil keputusan, dengan bijak.

(Telah dimuat di Rubrik Anda dan Dia Majalah Men’s Health Indonesia edisi Januari 2013)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s