BICARA CINTA

Gunakan konsep ‘lima bahasa cinta’ dari Gary Chapman untuk menaklukkan hati si Dia

Oleh: Lucky F. C. Lombu

Urusan cinta-mencintai ini memang unik. Karena urusannya tidak sesederhana mengucap aku-cinta-kamu atau memberinya segenggam berlian. Ya! Coba ingat dulu, apakah Anda pernah melakukan sesuatu dengan tulus untuk wanita yang Anda cintai, lalu alih-alih mendapat ciuman mesra, Anda malah mendapat respon negatif? Atau paling tidak, Anda tahu kalau si Dia merasa Anda belum melakukan yang istimewa?

Saya pernah mengalaminya beberapa tahun lalu, saat saya masih cukup muda untuk dekat dengan wanita usia belasan tahun.

Satu kali, saya pergi ke rumah wanita itu, saya berdiri di depan pagar dengan menatang sebuah cake kecil dengan satu lilin yang siap dinyalakan. Sebelum sampai ke sana, saya sudah terlebih dulu memaksakan diri bangun lebih awal dari biasanya, memacu kendaraan sekian kilometer dalam waktu satu jam, dan singgah di toko kue serta toko waralaba untuk membeli perlengkapan kejutan pagi itu. Setelah menghubungi lewat telepon genggam, dia keluar malu-malu. Katanya, dia takut saya melakukan kegilaan.

“Selamat ulang tahun,” ucap saya pelan tapi bernada semangat begitu dia membuka pagar. Dia tersenyum, meniup lilin yang sudah menyala, lalu mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya saya pamit pergi. Saya tidak bisa berlama-lama karena ada kegiatan wajib yang tidak bisa menunggu.

Sampai situ, semua terlihat baik-baik saja, bukan? Mungkin. Tapi tidak demikian kenyataannya. Saat saya menghubungi dia pada malam hari, saya mendapati rentetan keluhan dari speaker telepon genggam saya. Dia kecewa. Lho, apa yang salah? Bagi dia, apa yang saya lakukan pagi hari itu bukanlah sesuatu yang istimewa, terutama karena saya tidak memberinya sebuah benda sebagai hadiah ulang tahun. Duh! Saya seketika itu juga merasa merasa seperti orang bodoh yang melakukan usaha sia-sia.

Beberapa bulan kemudian saya baru mengerti ada apa dengan kekacauan hari itu. Dalam sebuah talkshow keluarga, seorang psikolog menyebut ‘lima bahasa cinta’, sebuah konsep tentang cara seseorang menunjukkan atau sebaliknya memahami ungkapan cinta: yaitu melalui 1) kata-kata penguatan, 2) waktu berkualitas, 3) pemberian hadiah, 4) tindakan melayani, atau 5) sentuhan fisik. Tapi walau begitu, saya masih merasa wanita itu berpikir terlalu ekstrem terhadap cara kami yang berbeda. Dan… ya, agaknya penjelasan kali itu pun hanya menjadi wacana menarik dalam jiwa muda saya. Karena kenyataannya konsep tersebut tidak membantu mengarahkan perilaku cinta saya, sampai beberapa waktu kemudian. Yah, begitulah.

CARA TERBAIK DAPATKAN SI DIA
Lima bahasa cinta dipopularkan oleh Gary Chapman, Ph.D., seorang konsultan pernikahan melalui bukunya The Five Love Languages. (Anda juga sudah bisa menemukan buku terjemahan bahasa Indonesia: Lima Bahasa Cinta). Setelah menggeluti bidangnya selama 30 tahun, Chapman menemukan kalau orang-orang mengucapkan bahasa cinta yang berbeda-beda, bahkan dalam dialek yang beranekaragam. Katanya: “Bahasa emosi cinta Anda dan bahasa pasangan Anda mungkin sama berbedanya dengan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Tidak peduli seberapa kerasnya Anda berusaha mengekspresikan cinta dalam bahasa Inggris, jika pasangan Anda hanya mengerti bahasa Mandarin, Anda tidak akan pernah mengerti bagaimana menunjukkan cinta kepada satu sama lain.” Tapi, bagaimana dengan cinta yang tulus di dasar hati Anda? “Ketulusan saja tidak cukup. Kita harus bersedia untuk mempelajari bahasa cinta utama pasangan kita jika kita ingin menjadi komunikator-komunikator cinta yang efektif.” Begitu lanjut sang konselor.

Hm, kita buat ini sedikit egois. Jadi, setelah semua itu, apa untungnya buat Anda?

Pengalaman ‘komunikasi’ yang kacau tadi mungkin bisa Anda hindari. Dengan semua itu, Anda seharunya bisa mengungkapkan rasa cinta, sementara si Dia tahu kalau Anda sungguh-sungguh. Ada lagi. Kata Chapman, kita akan bereaksi terutama terhadap satu bahasa cinta utama. Dan jika Anda merasakan cinta dalam sentuhan fisik seperti hubungan seksual, sementara si Dia dalam tindakan seperti membersihkan rumah, maka membantunya membersihkan rumah mungkin bisa jadi pengorbanan setimpal untuk seks dahsyat beberapa menit setelahnya. Kenapa tidak? Mirip seperti kata Nelson Mandela, seorang tokoh nasional Afrika Selatan: “Jika Anda bicara kepada seseorang dalam bahasa yang dia mengerti, itu akan pergi ke kepalanya. Jika Anda bicara kepada dia dalam bahasanya, itu akan pergi ke jantung hatinya.”

(Telah dimuat di Majalah Men’s Health Indonesia edisi Januari 2012)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s