SEPANJANG JALAN KENANGAN

Kencan berkualitas yang bisa memberi Anda keintiman.

Oleh: Lucky F. C. Lombu

Saya terkesan dengan cerita Fritz dan Lupi, sepasangan suami-istri yang telah menikah selama 24 tahun, memiliki seorang putra, hidup dengan rutinitas harian yang menyibukkan, namun masih sering melakukan perjalanan ke luar rumah berdua. Ya, sementara beberapa pasangan lain melontarkan alasan klasik seperti ketiadaan waktu, atau keletihan untuk melakukan sebuah perjalanan, pasangan yang satu itu mau memperjuangkan sesuatu yang kita sebut sebagai waktu berkualitas. “Mereka memang biasa seperti itu sejak masih pacaran. Biasanya spontan. Buat mereka kebiasaan itu bisa menjaga kedekatan,” kata seorang teman, kerabat mereka.

Saya jadi ingat kata Anna Surti Ariani, seorang psikolog dari Medicare, satu kali. Kata dia, perjalanan bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi pasangan, karena bisa memberi mereka suasana baru yang tidak monoton. Tentu saja, kegiatan itu bisa menjadi satu waktu terbaik bagi pasangan manapun untuk membangun percakapan yang berkualitas.

Dan tahukah Anda, kebersamaan bisa seperti sebuah tindakan saling memberi kehidupan. Begitu kata Gary Chapman, pencetus dan penulis buku Lima Bahasa Cinta. “Sebuah tindakan komunikasi cinta yang penuh kuasa,” katanya. Dengan syarat, Anda tidak hanya menyoal tentang kedekatan secara fisik, melainkan juga secara emosional. “Penekanannya bukan pada apa yang Anda lakukan, tetapi pada kenapa Anda melakukannya. Tujuannya adalah untuk mengalami sesuatu bersama, membuat pasangan Anda merasa Anda peduli kepadanya,” begitu kata pakar percintaan itu.

Nah, jika ingin menjaga atau mengembalikan keintiman Anda dengan si Dia, kenapa tidak Anda segera merencanakan sebuah perjalanan. Jika Anda sudah menikah, bukankah ayah dan ibu juga berhak menjadi suami dan istri?

Persiapkan segala sesuatunya—termasuk urusan rumah dan anak Anda—dan nikmatilah semua yang bisa Anda berdua nikmati. Jangan lupa tinggalkan gadget tidak perlu. Dalam beberapa bulan atau tahun ke depan, kebersamaan itu bisa menjadi tambahan kenangan yang bisa Anda ingat. Kenangan akan pemandangan yang indah, makanan yang menyenangkan, serta pagi yang panjang di atas tempat tidur. “Perasaan itu akan muncul kembali kepada Anda,” kata Pepper Schwartz, Ph.D., seorang professor sosiologi di University of Washington dan penulis The Great Sex Weekend.

(Telah dimuat di Majalah Men’s Health Indonesia edisi Februari 2012, dengan perubahan seperlunya)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s