Bercinta ala Gentleman (3): Cinta Pascamenikah

Apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk menjadi seorang gentleman? Coba pelajari saran dari Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers, ini.

Baca juga: Merebut Hati Mertua

Situasi: Anda dan si Dia adalah suami-istri.
Misi: Cinta yang hangat.

Sebagai sebuah keluarga, cinta Anda tidak boleh bertambah luntur melainkan harus bertambah kuat. Kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan saat masih pacaran, seharusnya bisa Anda terapkan semakin baik. Jika sebagian pasangan berpikir bergandengan tangan hanyalah untuk orang berpacaran, sementara tidak untuk etika suami-istri, maka Anda harus mengubahlah pemikiran itu.

“Itu tidak jadi relevan dalam kekuatan sebuah hubungan. Ini yang sering menimbulkan masalah,” kata Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers..

Belum lagi jika nanti hadir orang ketiga: anak. Ketika anak lahir, seringkali pria dan wanita terjebak jadi orang tua yang baik tapi tidak jadi pasangan yang baik. Padahal, itu bukan berarti mereka punya satu peran dan meninggalkan peran yang lainnya. Mereka justru bertambah perannya, jadi orang tua sekaligus harus jadi pasangan yang baik. “Kalau biasanya waktu pacaran suka mengobrol hingga larut malam, telepon sampai berjam-jam, kenapa setelah menikah ngobrolnya jadi berkurang?”

Ada yang namanya pillow-talk. Satu konsep pembicaraan di kamar tidur. Topiknya tidak penting. Misalnya membicarakan orang di tempat kerja, tapi itu bisa membangun hubungan. Apapun yang terjadi kepada diri Anda, sewajarnya Anda ceritakan kepada istri Anda. “Karena saya adalah istri saya, istri saya adalah saya. Prinsipnya dua menjadi satu. Jangan dua tetap dua. Kita sudah jadi satu, bukan dua individu yang tinggal dalam satu atap,” kata pria yang sudah menikahi istirnya sejak 6 tahun lalu itu. “Kalau saat pacaran saya sangat terbuka dengan calon istri, saat menikah saya harus lebih terbuka.”

(Telah dimuat di Majalah Men’s Health Indonesia edisi Februari 2013, dengan perubahan seperlunya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s