SAAT DUNIA MILIK BERDUA

Situasinya terasa begitu normal saat ini. Saat Anda memeluk dan mencium bahu pasangan Anda dengan lembut di sebuah kedai kopi modern, atau saat si dia merangkul lengan Anda erat sambil berjalan-jalan di koridor mal. Bayangkan kalau itu Anda lakukan berpuluh-puluh tahun yang lalu, pada masa dimana orang tua Anda sedang merangkai awal cinta mereka.

Oleh: Lucky F. C. Lombu

Tanpa perlu melakukan penelitian lebih lanjut, Anda akui atau tidak, aturan ruang dan waktu memang terasa lebih longgar saat ini. Bahkan sangat longgar untuk beberapa orang. Seperti saat saya meliput satu konser band pop-rock legendaris asal Inggris tahun lalu. Di sisi kiri bagian dalam kerumuman penonton yang sedang bergerak mengikuti hentakan lagu, sepasang muda-mudi saling menciumi dan menyentuh bagian-bagian tertentu dari tubuh pasangannya. Liar. Intim. Cuek. Panah asmara Cupid agaknya telah membentuk dinding semu yang berhasil memisahkan dua sejoli itu dari dunia di sekitarnya.

KEMESRAAN CINTA
Jujur saja, saat cinta menerjang, kemesraan memang bisa mengalir sebagai ekspresi alami yang menegaskan perasaan kita. Indah? Ya. Anda yang sedang—atau paling tidak, pernah—jatuh cinta tentu paham betul bagaimana rasanya. Lingkupnya bukan hanya tentang fisik, seperti menyentuh, memeluk, mencium, atau melakukan apapun yang Anda bisa lakukan kepada si dia; tapi juga sesuatu yang bentuknya seperti memuji, membuai, dan lain-lain itu.

Jika itu yang juga terjadi terhadap Anda dan pasangan, nikmatilah. Karena menurut Roslina Verauli M.Psi, seorang psikolog dari RS Pondok Indah, Jakarta: cinta, perasaan, hasrat, kekaguman, atau apapun namanya, baru bisa dipahami setelah ada aksi nyata. “Aksi mesra memberi penegasan kalau Anda dan si dia saling mencintai, satu sama lain. Semacam konfirmasi ulang dari komitmen Anda berdua,” kata Vera—sapaan akrab Roslina.

Namun, artinya bisa terasa ambigu jika kita kembali ke aksi mesra di ruang publik tadi. Pahami ini dulu. Kata Vera, cinta adalah ekspresi emosi terdalam, cinta adalah hal yang pribadi. Nah, karena itu, umumnya, setiap manusia ingin menyampaikannya secara pribadi kepada pasangan. Terbaca janggal? Ya, mungkin saja. Tapi tak selamanya demikian. Walau bagi Vera bermesraan di depan umum layak untuk dicurigai, “Ada apa-apanya,” paling tidak ada tiga kemungkinan yang bisa menjadi penyebab:

  • Pencitraan. “Pasangan yang hubungannya sedang buruk, kadang ingin mempertontonkan kemesraan dengan pasangannya,” kata Vera. Ya, seperti selebriti di infotaiment. Dengan kata lain, Anda atau si Dia ingin menunjukkan kalau hubungan kalian sedang baik-baik saja.
  • Baru Jatuh Cinta. Karena bara asmara sedang panas-panasnya, hasrat masih menggebu-gebu untuk diekspresikan. Atau, karena baru jatuh cinta, rasa bangga membuat kita ingin menunjukkannya kepada dunia. Bahkan menggoda untuk memanas-panasi mantan pasangan.
  • Kebiasaan. Hubungan berjalan sehat. Cinta mengalir dan membuahkan ekspresi alami, bahkan saat berada di depan umum. Terbaca menyenangkan, ya? Semoga ini bagian Anda.

GARIS BATAS KEMESRAAN
Nah, pertanyaan selanjutnya, sejauhmana kemesraan ini bisa terjadi di ruang publik?

“Batasannya, selama tidak mesum, oke,” kata Vera. “Bagian dari seks, atau bukan? Ciuman, ciuman seperti apa? Kalau ciuman penuh birahi, itu adalah awal dari seks. Menyentuh sayang, atau meraba-raba bagian intim? Coba lihat latar di mana Anda berada. Selama itu bukan tempat yang formal, itu oke. Pastikan juga itu bukan bagian dari seks. Bagian dari seks dimulai dari warming up, make out, dan seterusnya. Kalau yang itu, tidak pas dengan budaya kita.”

Anda juga harus mengingat hal ini: tidak semua orang punya pemahaman yang sama tentang kemesraan. “Ada yang menikmati tindakan mesra dari pasangannya, bahkan butuh. Tapi tidak semua orang punya penghayatan yang sama. Ada yang tidak nyaman dengan hal ini, karena tidak terbiasa, dari dulu kaku. Jadi tergantung bagaimana Anda dan si Dia menghayatinya,” kata Vera.

Hal itu juga yang akan menentukan apakah kemesraan di depan umum memberi pengaruh positif atau malah negatif terhadap hubungan Anda dan si Dia. “Setiap orang punya pengalaman mereka sendiri tentang cinta dan ekspresi cinta. Selain karena pengaruh tipe kepribadian. Misalnya orang dengan kepribadian tertutup, tidak nyaman mengekspresikan cinta di tempat umum.”

Setiap pasangan pasti tahu batasan masing-masing. Kalau tiba-tiba tidak suka, berubah, pasti ada yang salah. Mungkin karena sedang ada masalah, atau sedang jatuh cinta dengan orang lain.

Tapi, seiring waktu berjalan, Anda dan si Dia seharusnya akan semakin mengenal satu sama lain. Dan pada akhirnya, hal itu akan menjelaskan batasannya kepada Anda. “Setiap pasangan pasti tahu batasan masing-masing. Kalau tiba-tiba tidak suka, berubah, pasti ada yang salah. Mungkin karena sedang ada masalah, atau jangan-jangan sedang jatuh cinta dengan orang lain,” kata Vera. Ups! Semoga itu tidak terjadi kepada Anda.

(Telah dimuat di Majalah Men’s Health Indonesia edisi Juni 2012, dengan perubahan seperlunya)
Iklan

Satu pemikiran pada “SAAT DUNIA MILIK BERDUA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s