Din…

Saya jatuh cinta kepada perempuan itu, perempuan yang saya harap juga mencintai saya, perempuan yang menjadi salah satu alasan saya tetap bernafas, dia yang akan selalu saya jaga (walau kenyataannya saya belum melakukannya dengan baik), dia yang tetap akan saya marahi jika salah, dia yang usianya berubah 17 hari ini, adik kecil yang biasa saya panggil: Dinda.

Ah, ada banyak yang bisa saya ceritakan tentang Dinda. Sejak melihat tubuh mungilnya di gendongan tangan orang tua saya, saat dia diam-diam menabung untuk membelikan saya sebuah jam meja kecil, sampai keasyikan dia mengutak-atik smartphone saya tadi pagi. Atau rengeknya semalam lewat WhatsApp, “Bang, besok jangan lupa ya!” Iya, dia sedang mengingatkan saya tentang ulang tahunnya yang ke-17 hari ini. Begitulah. Tapi yang jelas, beberapa tahun belakangan ini dia berhasil menyisipkan bahagia di hati saya, setiap kali memeluknya, atau saat dia bersandar seenaknya di badan saya, menemani di ujung tempat tidur, bercerita tentang mimpi masa depannya, memanggil dengan ramah “Abang Dua”, dan pergi sambil tersenyum-senyum meledek (lalu kembali) saat saya menyahut “Din, katanya mau bikin teh manis panas?”

Din
2007

17 tahun. Kata orang-orang, Sweet Seventeen. Walau saya tidak tahu pasti artinya apa. Kata hukum internasional, dia masih remaja, belum stabil, sedang melewati masa peralihan secara psikologis. Kata beberapa undang-undang Indonesia, dia bukan anak-anak lagi, sudah harus punya KTP, boleh punya SIM, bisa mengurus sendiri surat-surat berharga, dan sudah berhak ikut memilih para pemimpin Tanah Air. Kata saya, sudah saatnya dia mulai menyiapkan masa depannya sendiri. Seperti yang biasa saya tanya, “Din, nanti kamu mau jadi apa?”

Dinda adalah adik saya, walau saya mungkin bukan Abang yang baik buat dia. Saya sering tidak ada di sampingnya, padahal saya tahu, dia suka sekali ditemani. Itu ‘bahasa cinta’ dia. Saya bahkan tidak bisa memberi banyak di ulang tahunnya hari ini. Cuma satu tulisan singkat ini, dan satu rangkai doa dalam hati. Tapi, semoga dia suka…

Selamat ulang tahun, Din. Apapun yang terjadi, tetap sayang Abang Dua ya. Juga keluarga kita. Semoga Tuhan selalu menjaga kamu, dan membuat kamu selalu menemukan bahagia.

Iklan

2 pemikiran pada “Din…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s