Konspirasi Alam Semesta Bunuh Yesus

Saat kamu benar-benar menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan berkonspirasi untuk membantumu mendapatkannya.

PraySejak terjun sebagai aktivis kemanusiaan, alam semesta sepertinya sudah menyusun strategi kematian Yesus. Sebut saja dengan mempertemukanNya dengan Yudas dari Keriot, satu-satunya orang non-Galilea yang ikut menemani tiga tahun pergerakan Yesus, seorang Yahudi garis keras, anti-Romawi.

Beberapa catatan menduga, Yudas berharap Sang Mesias bisa memerdekakan bangsanya dari penjajah, secara fisik. Tapi harapannya tidak kunjung nyata. Yesus justru asyik berkampanye tentang kasih. Di sisi lain, karakter si bendahara rombongan itu ternyata sangat lemah. Dia mudah sekali tergoda oleh uang. Dia adalah koruptor. Lagi, menurut catatan beberapa penulis Injil, Yudas juga pernah sekian kali dirasuki Iblis. Dan dia bukanlah teman yang setia, sehingga rela menyerahkan Yesus karena godaan segenggam uang sogokan.

Alam semesta membuka satu peluang kematian Yesus.

Cerita lain disusun dari arogansi sebagian pemuka agama, yang terlanjur nyaman dengan eksklusifitas dan sistem yang mapan. Sementara, berbagai pernyataan Yesus terdengar sebagai kontroversi, sehingga pergerakanNya mengusik kenyamanan. Walaupun mereka mengetahui detail hukum Taurat, serta mengagungkannya, tapi pada akhirnya, para pemuka agama itu terus mencari peluang membunuh manusia bernama Yesus itu. Munafik?

Alam semesta membuka peluang berikutnya.

Konspirasi lain terasa saat masyarakat Yerusalem menyambut meriah kedatangan Sang Nabi. Daun-daun palem yang berhamparan saat penyambutan, seakan menjadi firasat, Yesus akan mencapai garis akhir, seperti seorang atlet tangguh dalam budaya Yunani dan Romawi. Pekik “Hosana!” juga seakan menegaskan tuntutan, “Selamatkanlah kami!”, bagaimanapun caranya. Lima hari kemudian, masyarakat yang sama berteriak, “Salibkan Dia!” Dan akhirnya, Yesus-pun mati.

Alam semesta berhasil!

Saya membayangkan, sedalam itukah hasrat seorang Isa Almasih untuk mati, sampai seluruh alam semesta mendukung Dia? Sebegitu cintakah Dia terhadap ciptaanNya, sehingga Dia berusaha mati layaknya orang terkutuk?

Selamat Jumat Agung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s