Putri “Telur Paskah”

Putri Telur PaskahGara-gara mengintip ‘telur Paskah’ di Instagram teman, saya tergoda untuk merayu pasangan ikut-ikutan mengulang tradisi masa kecil!“Yuk!” ajak saya. “Yah, tapi telur terakhir baru aja aku makan,” jawabnya pelan. “Aku masih punya,” rayu saya lagi. “Ayo!” Akhirnya kami sepakat.

Ya sudah, karena saya yang mengusulkan, saya langsung merebus dua buah telur ayam, dan menyerahkan urusan peralatan hias kepada si dia. Tapi… Ups! Satu telur rebusan saya pecah. Hahaha. Tapi tak apalah, kami jadi punya alasan untuk menghias satu telur sisanya bersama-sama. Dan karena si dia sudah menyiapkan spidol, renda putih, tali, dan beberapa peralatan lainnya, saya terpaksa berkompromi saja dengan idenya. Iya.

Kami bagi tugas. Dia mencorat-coret, saya menempal-tempel, lalu kami bersama memadukannya dengan perlengkapan lain. Hasilnya… Sebutir putri telur berenda putih, bermahkota emas. Lucu ya, kayak si dia.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Putri “Telur Paskah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s