Terkenang Kode Ukulele dari Papa Talu

UkuleleUkulele ini mengingatkan saya kepada Papa Talu Ama Dharma Lombu, salah satu adik Ayah saya. Saya ingat bincang-bincang santai kami di samping jendela rumah Kakek-Nenek saya di Nias, beberapa saat sebelum saya kembali ke Jakarta. “Kamu nggak mau tinggalin buat adik-adik kamu di sini.” Pertanyaan yang baru saya pikir beberapa minggu setelahnya, apakah itu semacam kode untuk meminta ‘mainan’ yang saya bawa ini? Ukulele ini memang sempat menjadi primadona. Maklum saja, kami orang Nias suka bermusik dan bernyanyi. Tapi, ah, saya memang tidak pintar menerjemahkan kode. Alat musik petik empat senar itu saya bawa pulang ke Jakarta.

Tak terasa, ternyata itu terjadi 11 tahun lalu, tahun 2003. Tapi saya sebenarnya masih penasaran dengan kode itu. Saya membayangkan, semoga saya ingat untuk menanyakannya saat kami bertemu kembali di Rumah Bapa di Sorga. Ya, Papa Talu sudah beristirahat dengan tenang semalam. Dia akhirnya melepaskan segala penyakit yang menggangu selama beberapa tahun belakangan. Ah, semoga saya ingat untuk menanyakannya.

Tapi terlepas dari kode itu, saya mengingat Papa saya yang satu ini sebagai orang tua yang selalu tersenyum. Paling tidak, wajahnya cenderung lebih santai dibanding saya. Dia paman yang menyenangkan, maka itu, saya sengaja menulis tulisan ini dengan tenang. Karena saya juga mau tetap mengenangnya seperti saya mengenal dia.

Sampai jumpa lagi Papa Talu. Ya’ahowu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s