AJARI AKU BERCINTA

“Ajari aku bercinta,” katanya.

“Bukan! Maksudku bukan seks kayak dipikiran orang-orang itu. Maksudku, ya… kayak pacaran gitu.”

“Habis aku bingung. Kok kayaknya nggak ada yang mau pacaran sama aku.”

***

“Aku sebenarnya suka sama satu orang. Kayaknya dia juga suka… eh, tapi nggak tahu deh. Dia baik sih, perhatian. Dia suka kasih aku sesuatu, mau bantu atau temani jalan kalau aku minta, kadang ajak chatting tanya kabar, dia juga nge-add Facebook teman-temanku lho. Apa itu bukan tandanya aku spesial?” lanjutnya

“Tapi, ah, aku nggak tahu, dia juga suka atau nggak. Habis sudah selama ini kok begini-begini aja, kadang dia kayak nggak peduli. Sebenarnya dia juga suka nggak sih?”

“Aku maunya… paling nggak dia mau cium pipiku gitu!”

“Sedikit aja. Nggak lebih deh.”

“Tapi, nggak tahulah…”

Ah, aku kenapa sih? Apa salahku? Apa karena aku nggak keren? Aku nggak seru? Pasti nggak ada yang suka sama aku.”

***

“Bercinta itu nggak bisa diajarkan. Semua orang punya caranya sendiri,” jawabku.

“Kamu sudah pernah tanya perasaannya, belum? Atau, Kamu sudah coba lakukan sesuatu, seperti yang tadi Kamu ceritakan tentang dia?

“Ada yang bilang, cinta itu kata kerja, tindakan. Dan menurutku, cinta itu satu arah: seseorang melakukan sesuatu untuk orang lain. Sedangkan bercinta itu dua arah, saling memberi satu sama lain. Jangan-jangan, selama ini cuma dia yang memberi cinta buat Kamu, makanya kalian nggak pernah bercinta?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s