‘Wefie’ Seru Bareng Pasangan (Escape With Cita Cinta)

Wefie bareng pasangan ternyata seru juga ya. Ada romantisme yang lucu waktu kita sama-sama bingung mau pose seperti apa, berdiri di sebelah mana, lalu mulai berbagi ide, “Begini aja…”, “Nggak. Coba deh Kamu di sini…”, mencoba, tapi ternyata hasilnya… ya begitu saja. Hahaha. Seru. Asal nggak malahan jadi berantem ya. *** Nah, pagi itu saya diajak pasangan saya menemani dia ke Photo Race ‘Close Up Moment’ bersama Majalah Cita Cinta dan Pasta Gigi Close Up, Sabtu, 4 Oktober 2014, di Kota Tua Jakarta. Ceritanya saya mengiyakan saja tanpa tahu detail format acara. Maklum, semangat sudah terlanjur membara gara-gara sudah lama … Lanjutkan membaca ‘Wefie’ Seru Bareng Pasangan (Escape With Cita Cinta)

Terkenang Kode Ukulele dari Papa Talu

Ukulele ini mengingatkan saya kepada Papa Talu Ama Dharma Lombu, salah satu adik Ayah saya. Saya ingat bincang-bincang santai kami di samping jendela rumah Kakek-Nenek saya di Nias, beberapa saat sebelum saya kembali ke Jakarta. “Kamu nggak mau tinggalin buat adik-adik kamu di sini.” Pertanyaan yang baru saya pikir beberapa minggu setelahnya, apakah itu semacam kode untuk meminta ‘mainan’ yang saya bawa ini? Ukulele ini memang sempat menjadi primadona. Maklum saja, kami orang Nias suka bermusik dan bernyanyi. Tapi, ah, saya memang tidak pintar menerjemahkan kode. Alat musik petik empat senar itu saya bawa pulang ke Jakarta. Tak terasa, ternyata itu terjadi 11 … Lanjutkan membaca Terkenang Kode Ukulele dari Papa Talu

Putri “Telur Paskah”

Gara-gara mengintip ‘telur Paskah’ di Instagram teman, saya tergoda untuk merayu pasangan ikut-ikutan mengulang tradisi masa kecil!“Yuk!” ajak saya. “Yah, tapi telur terakhir baru aja aku makan,” jawabnya pelan. “Aku masih punya,” rayu saya lagi. “Ayo!” Akhirnya kami sepakat. Ya sudah, karena saya yang mengusulkan, saya langsung merebus dua buah telur ayam, dan menyerahkan urusan peralatan hias kepada si dia. Tapi… Ups! Satu telur rebusan saya pecah. Hahaha. Tapi tak apalah, kami jadi punya alasan untuk menghias satu telur sisanya bersama-sama. Dan karena si dia sudah menyiapkan spidol, renda putih, tali, dan beberapa peralatan lainnya, saya terpaksa berkompromi saja dengan … Lanjutkan membaca Putri “Telur Paskah”

Eksperimen Kopi-O dan Pemotretan ala Kadarnya

Sambil menunggu hujan yang tiba-tiba bikin Sabtu (19/4) siang tadi terasa lebih dingin, saya dan pasangan iseng-iseng bereksperimen dengan bubuk kopi beraroma pekat, susu kental manis, dan kertas saringan yang kami beli di Daiso, toko asal Jepang. Idenya kami mau bikin kopi-o ala Yakunkaya Toast, kedai kopi asal Singapura. Tapi, berhubung pasangan saya lebih ahli dalam meracik minuman, saya akhirnya juga bereksperimen dengan kamera smartphone 5MP, selembar kain putih untuk latar pemotretan ala kadarnya, dan aplikasi PicsArt untuk mengutak-atik foto. Eksperimen kopi-o dan pemotretan ala kadar. Hasilnya? Ternyata bereksperimen itu memang harus berkali-kali ya. Tapi yang penting kami bisa menyelesaikan … Lanjutkan membaca Eksperimen Kopi-O dan Pemotretan ala Kadarnya

Din…

Saya jatuh cinta kepada perempuan itu, perempuan yang saya harap juga mencintai saya, perempuan yang menjadi salah satu alasan saya tetap bernafas, dia yang akan selalu saya jaga (walau kenyataannya saya belum melakukannya dengan baik), dia yang tetap akan saya marahi jika salah, dia yang usianya berubah 17 hari ini, adik kecil yang biasa saya panggil: Dinda. Ah, ada banyak yang bisa saya ceritakan tentang Dinda. Sejak melihat tubuh mungilnya di gendongan tangan orang tua saya, saat dia diam-diam menabung untuk membelikan saya sebuah jam meja kecil, sampai keasyikan dia mengutak-atik smartphone saya tadi pagi. Atau rengeknya semalam lewat WhatsApp, … Lanjutkan membaca Din…

Happy Valentine’s Day, Monika

Saya bukan pria yang romantis, sebenarnya. Saya tidak tahu bagaimana caranya membuat seorang wanita, pasangan saya, merasa dibuai oleh metafora. Bagaimana coba caranya? Saya juga bukan pria yang peduli terhadap hari yang katanya penuh cinta ini: Valentine’s Day. Apalah itu. Tapi, yang saya tahu, dia, wanita yang ada dipikiran saya saat ini, suka dengan semua hal tadi. Sekali lagi, saya bukan orang yang romantis, saya cuma tahu kalau saya menyayanginya. Dan ini yang saya tulis buat dia: Manis itu tidak harus selalu cokelat, dan indah itu tidak harus selalu bunga. Tapi itu pasti kamu. Happy Valentine’s Day, Monika. Lanjutkan membaca Happy Valentine’s Day, Monika