Laki-Laki Jangan Menangis, Katanya

Mereka tersenyum. Ia yang tersimpan sejak sembilan bulan lalu akhirnya menghirup nafas pertamanya. “Selamat, Pak. Selamat, Bu,” kata dokter yang baru saja membantu mengeluarkan bayi itu dari tubuh ibunya. “Terima kasih, Dok,” jawab bapak. Sementara ibu hanya tersenyum, sambil memeluk lembut bayinya di atas dada. Ia masih terlalu lemas setelah bertugas. Tapi ia bahagia, karena perjuangannya terbayar tuntas. Isakkan tangis bayi laki-laki itu memberinya berjuta rasa. *** “Joni, pelan-pelan, nanti jatuh!” sahut ibu. “Tenang, Bu, Joni sudah jago kok,” jawab laki-laki kecil itu percaya diri. Sepeda terus dikayuh kencang penuh semangat, berputar-putar mengelilingi lapangan basket di depan rumah mereka. Sesekali Joni … Lanjutkan membaca Laki-Laki Jangan Menangis, Katanya

DEMI HASRAT YANG TAK PERLU USAI

Apa perbedaan cinta dengan suka? Cinta adalah… kata kerja yang naif: selalu memberi, tak harap kembali. Seperti hubungan tak terjelaskan antara kita dengan orang tua. Kita senang waktu bisa bikin mereka senang, ikut sedih waktu mereka sedih. Bahkan, sudah berhantam sehebat apa juga, tapi tetap saling sayang; mau sekesal apa juga, selalu ada kata maaf. Suka? Seperti perasaan saya terhadap sebatang cokelat hitam, atau kombinasi nasi panas, gulai daun singkong, dan ikan teri medan goreng pakai cabai, atau terhadap Vespa klasik, atau wanita-wanita cantik di halaman majalah. Sebagian suka bisa segera memudar dengan wajar ketika apa yang saya inginkan dari … Lanjutkan membaca DEMI HASRAT YANG TAK PERLU USAI

CEMBURU DENGAN BIJAK

Cemburu itu katanya pertanda cinta. Apa iya? Kalau di Kitab Suci saya sih bilang tidak begitu. Paulus menulis, “Cinta tidak cemburu.” Kontradiktif memang. Tapi logis kalau Kamu setuju cinta adalah kata kerja, yang naif: selalu memberi, tak harap kembali. Walau saya juga pecemburu, tapi setengah otak saya berpikir cemburu tidak ada gunanya. Alasannya sederhana, setiap kita adalah orang bebas, bisa memilih, bisa berkehendak. Kalau dia memang memilih bersama yang lain, apakah cemburu bisa menahan dia pergi? Tidak juga. Sebaliknya, tekanan dan amarah justru bisa memantapkan seseorang untuk berlalu. Bagi saya solusinya cuma dua: menjaga si dia dan menyelesaikan masalah dengan baik, atau membiarkannya pergi. … Lanjutkan membaca CEMBURU DENGAN BIJAK

AJARI AKU BERCINTA

“Ajari aku bercinta,” katanya. “Bukan! Maksudku bukan seks kayak dipikiran orang-orang itu. Maksudku, ya… kayak pacaran gitu.” “Habis aku bingung. Kok kayaknya nggak ada yang mau pacaran sama aku.” *** “Aku sebenarnya suka sama satu orang. Kayaknya dia juga suka… eh, tapi nggak tahu deh. Dia baik sih, perhatian. Dia suka kasih aku sesuatu, mau bantu atau temani jalan kalau aku minta, kadang ajak chatting tanya kabar, dia juga nge-add Facebook teman-temanku lho. Apa itu bukan tandanya aku spesial?” lanjutnya “Tapi, ah, aku nggak tahu, dia juga suka atau nggak. Habis sudah selama ini kok begini-begini aja, kadang dia kayak … Lanjutkan membaca AJARI AKU BERCINTA

Bercinta ala Gentleman (4): Etika dan Jenis Kelamin

Etika sebetulnya adalah panduan bukan aturan. “Kenapa disebut panduan, karena kita bicara tentang pakemnya, dan itu semua masuk akal,” kata Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers. Kenapa ada istilah ‘wanita lebih dulu’, dalam etika. Karena pria harus masuk ke dalam fungsinya sebagai pelindung. Pria bisa lihat dari belakang, memantau, kalau ada apa-apa dengan wanita itu kita siap maju untuk melindungi. “Bukan berarti kita biarkan dia mati duluan.” Secara etika, kita mengenal perbedaan jenis kelamin. Fungsi pria adalah pelindung—kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah bentuk rusaknya fungsi pria—Di lain sisi, wanita sebagai pendukung. Pria adalah kepala, dan wanita adalah leher. … Lanjutkan membaca Bercinta ala Gentleman (4): Etika dan Jenis Kelamin

Bercinta ala Gentleman (3): Cinta Pascamenikah

Apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk menjadi seorang gentleman? Coba pelajari saran dari Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers, ini. Baca juga: Merebut Hati Mertua Situasi: Anda dan si Dia adalah suami-istri. Misi: Cinta yang hangat. Sebagai sebuah keluarga, cinta Anda tidak boleh bertambah luntur melainkan harus bertambah kuat. Kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan saat masih pacaran, seharusnya bisa Anda terapkan semakin baik. Jika sebagian pasangan berpikir bergandengan tangan hanyalah untuk orang berpacaran, sementara tidak untuk etika suami-istri, maka Anda harus mengubahlah pemikiran itu. “Itu tidak jadi relevan dalam kekuatan sebuah hubungan. Ini yang sering menimbulkan masalah,” kata Andrew Ardianto, … Lanjutkan membaca Bercinta ala Gentleman (3): Cinta Pascamenikah

Bercinta ala Gentleman (2): Merebut Hati Mertua

Apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk menjadi seorang gentleman? Coba pelajari saran dari Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers, ini. Baca juga: PDKT RAIH SIMPATI KELUARGA SITUASI: Anda dan si Dia sudah dekat, dan saatnya Anda berkunjung ke keluarga si Dia MISI: Persetujuan! Ingat ini: orang tua—termasuk calon mertua—adalah pribadi yang sangat menentukan dalam sebuah hubungan di Indonesia. “Kalau kita bicara etika, be as honest, jadilah sejujur mungkin,” kata Andrew. Jika Anda ingin menjalin hubungan yang serius—dan bertanggungjawab—dengan seorang wanita, Anda harus menceritakan siapa Anda sesungguhnya. Lebih baik ditolak dari awal, dari pada nantinya tidak disetujui karena sesuatu yang … Lanjutkan membaca Bercinta ala Gentleman (2): Merebut Hati Mertua

Bercinta ala Gentleman (1): PDKT

Apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk menjadi seorang gentleman? Coba pelajari saran dari Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers, ini. TAK KENAL MAKA TAK SAYANG SITUASI: Anda berada di satu acara, si Dia berdiri di seberang sana. MISI: Berkenalan! “Bedakan dulu antara budaya timur dan barat,” saran Andrew Ardianto, Curriculum Director John Robert Powers. Ini penting. Jika Anda ingin terlihat seperti pria terhormat di Tanah Air sendiri, sebaiknya Anda tidak meniru gaya Hollywood—atau ala beberapa sinetron lokal—begitu saja: menghampiri wanita asing yang Anda suka, lalu mengajaknya berkenalan saat itu juga. Hati-hati, misi Anda bisa gagal sejak awal. Strategi paling … Lanjutkan membaca Bercinta ala Gentleman (1): PDKT

SAAT DUNIA MILIK BERDUA

Situasinya terasa begitu normal saat ini. Saat Anda memeluk dan mencium bahu pasangan Anda dengan lembut di sebuah kedai kopi modern, atau saat si dia merangkul lengan Anda erat sambil berjalan-jalan di koridor mal. Bayangkan kalau itu Anda lakukan berpuluh-puluh tahun yang lalu, pada masa dimana orang tua Anda sedang merangkai awal cinta mereka. Oleh: Lucky F. C. Lombu Tanpa perlu melakukan penelitian lebih lanjut, Anda akui atau tidak, aturan ruang dan waktu memang terasa lebih longgar saat ini. Bahkan sangat longgar untuk beberapa orang. Seperti saat saya meliput satu konser band pop-rock legendaris asal Inggris tahun lalu. Di sisi … Lanjutkan membaca SAAT DUNIA MILIK BERDUA