Media Sosial Men’s Health Indonesia

Saya dipercaya mengelola media sosial Men’s Health Indonesia sejak Agustus 2009 sampai akhir masa kerja saya di sana, Februari 2013. Awalnya saya hanya diminta secara rutin mengumumkan aktivitas event tahun Be Our Cover 2009, di Yahoo! Groups yang saat itu sudah lebih mapan, dan Facebook Group. Waktu itu media sosial belum popular seperti sekarang, tapi sudah mulai berkembang. Pada masa selanjutnya saya juga berperan dalam microsite event yang sama, atau event yang lain.

Rasanya saya cukup beruntung ‘dilimpahkan’ tanggungjawab memegang pekerjaan sampingan, selain mengisi majalah. Karena ternyata mengelola media sosial, dan media digital, punya kesenangannya tersendiri. Waktu beberapa mahasiswa IISIP mampir ke redaksi sekitar tahun 2011, saya bilang, digital dan media sosial adalah medium yang bisa berdampak masif, supercepat, dan menyenangkan. Dan itu jadi tantangan tersendiri saat saya masih di sana.

Secara umum, saya mengerjakan semua tugas digital. Sebut saja membuat konsep, termasuk jika ada klien yang ingin dibuatkan aktivitas, menulis dan mengisi konten, menjawab berbagai pertanyaan dan respon, mengelola komunitas di dalamnya, dan melaporkan dalam pertemuan tiga bulanan atau saat penilaian akhir tahun.

Event Men's Health IndonesiaKampanye saat itu cenderung kepada komunitas. Saya coba merangkum sekilas, berikut ini:

Tantangan:

  • Sebagai bagian dari industri modern, tantangan Men’s Health Indonesia lebih dari sekadar menyajikan berita berguna, tapi juga bagaimana merangkul dan mengelola komunitas. Hal ini berkaitan dengan kualitas dan kuantitas pembaca serta pengiklan.
  • Media sosial masih merupakan isu baru saat itu, sehingga dukungan dana dan peralatan sangat kecil.
  • Kerjasama dengan beberapa klien di satu sisi juga menjadi tantangan, tapi di sisi lain menjadi keuntungan untuk mengembangkan aktivitas media sosial.

Ide:

  • Men’s Health Indonesia sudah punya komunitas yang cukup loyal di mailing-list yahoogroups.com. Kami berusaha menjaga ritme percakapan, sekaligus mengelolanya supaya tetap menjadi diskusi yang ramah.
  • Kami juga mulai membangun komunitas di beberapa media sosial yang mulai menjadi tren di Tanah Air, seperti Facebook fan page dan Twitter. Gaya percakapannya berbeda, cenderung menyajikan tip praktis dan berbagai informasi langsung untuk pembaca Men’s Health Indonesia. (Beberapa bulan sebelumnya, Men’s Health Indonesia pernah membangun Facebook group, tapi seluruh aktivitas dialihkan ke fan page).
  • Youtube dan media sosial lainnya juga dimanfaatkan sebagai dukungan.

Hasil:

  • Loyalitas komunitas di yahoogroups.com terjaga, fan di Facebook page berkembang menjadi 30.152, dan follower Twitter 12.393, dalam waktu tiga tahun, secara generik, tanpa bantuan ads atau buzzer. (Untuk menjaga kualitas komunitas, kami secara berkala menyaring dan memberi sanksi teguran hingga banned, kepada spammer, atau anggota-anggota yang memberi pengaruh negatif. Bahkan pada tahun kedua, kami pernah menyaring ratusan fan Facebook page berusia di bawah 18 tahun, sebagai tanggungjawab moral atas konten dewasa yang sering kami sajikan).
  • Sales meningkat di beberapa bulan. Berdasar laporan tim dari Divisi Pelayanan Pelanggan pada kuartal ketiga 2011, peningkatan datang dari media sosial.

Promo Langganan Men's Health Indonesia

Iklan